Kesalahan berpikir lewat paradigma papan catur Berpikir adalah salah satu aspek yang menjadikan kita disebut sebagai manusia secara esensial. Namun, sebagai entitas yang tidak bisa dikatakan sempurna secara mutlak, pemikiran kita pun juga terkadang bermasalah. Salah satu masalahnya penulis sebut sebagai paradigma papan catur, atau kecenderungan memandang sebuah pengetahuan akan kebenaran hanya secara dikotomi (benar dan salah) serta subjektif. Lalu, apa yang salah dalam paradigma papan catur? Sebelum menjawab, mari kita mulai dengan pertanyaan yang paling fundamental: apa itu benar dan kebenaran? Benar adalah kesesuaian antara pengetahuan dan objeknya (benar harus objektif). Sedangkan kebenaran adalah benar yang bersifat relatif. Banyak variabel yang harus diperhitungkan untuk menjadikan suatu hal bisa dikatakan sebagai sebuah kebenaran. Sebagai contoh, apakah jika saya membawa celurit itu salah? Tergantung... jika saya gunakan untuk tawuran, ya jelas salah. Kalau saya gunakan ke sawah...
sok kritis, tapi kurang literasi: beropini hanya demi eksistensi; jika ada salah interpretasi, mohon dikoreksi.