Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Dialog siswa radikal dan pak guru konservatif

Dialog siswa radikal dan pak guru konservatif S : “Pak, gunanya nilai itu apa sih pak? Selain sebagai formalitas yang tidak jelas implementasinya?” G : “Lho, kamu ini gimana... dengan nilai orang bisa tahu kompetensimu dalam suatu bidang, menjadi standar acuan untuk pemahaman suatu materi, dan tolok ukur perbandingan kapasitas dirimu dengan kompetitormu dalam kelas atau sekolah...” S : “Bukankah pengetahuan itu bersifat kualitatif, Pak? Dengan diberlakukannya sistem nilai kita memberi batasan definisi pada konteks pemahaman, apalagi nilai itu tidak selamanya objektif, kadang juga sifatnya manipulatif, siswa bisa menggunakan cara curang untuk mendongkrak point, atau ada pihak ketiga yang dengan sengaja mengubahnya, yakan Pak?” G : “Ya... sistem nilai itu bisa dikatakan sebagai achievement untuk kerja keras siswa dalam kesungguhannya mengikuti pelajaran” S : “Bukankah itu menjadi indikasi jika siswa didoktrin untuk mengejar nilai semata? Tapi tidak dijelaskan mengapa kita melakukan itu...

Suluk, mendamba bukan melulu pada wanita

Suluk Tak lagi sanggup aku menahan, setiap raga ini seolah Engkau yang menggerakan. Mana mungkin aku dipaksa diam? Jika dalam setiap gerakku Engkau hadir di sisiku. menari bersama dalam indahnya angan-angan. Saling bertegur sapa dengan dzikir jahr yang ku kumandangkan. Tapi entah sampai berapa lama akan bertahan? Jika dalam kecilnya hati ini, terselip makhluk yang tak pantas aku sandingkan. Malam telah tiba, momen yang selalu didamba-damba oleh para pujangga. Ketika sunyi menerpa menggerus tawa yang telah ada, Engkau datang membawa senyum diriuhnya sedih dan lara. Satu kebiasaan yang selalu aku tunggu, ketika para salik berkumpul untuk mengadu segala keluh kesah karena tak sanggup menanggung rindu. Semua pesuluk duduk melingkar menunggu sang mursyid datang. Semua orang nampak terdiam, satu katapun tak terdengar dari bibir masing-masing orang. Hati ini sudah merasa tidak sabar lagi menunggu dimulainya pertemuan. Hingga sang mursyid datang, memimpin para pujangga bertemu yang mer...